Minggu, 16 Oktober 2011

Hubungan antara Tugas Negara dan Backpacking

Menjadi blogger yang rajin menulis memang tidak mudah kawan, termasuk saya sendiri harus mengakui hal itu, kadang karena kesibukan dan pekerjaan yang datang silih berganti saya jadi tidak bisa konsekuen dan konsisten dalam menulis di blog sendiri, padahal ada pepatah yang mengatakan “rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, blogging pangkal bahagia” yah pa boleh dikata,, salah satu kendala yang kadang menghalangi saya untuk selalu meng-update adalah tuntutan pekerjaan yang terkadang membuat saya tidak sempat menulis di dunia maya, pekerjaan yang mengharuskan saya pergi dari kota tempat bekerja ke kota atau tempat lain untuk menunaikan tugas, bisa dalam daerah atau luar daerah, kalau jaman sekarang mirip-mirip lah dengan istilah “backpacker”. Namun kawan, jangan salah karena perjalanan yang saya tempuh di akomodasi oleh negara, dalam arti diberikan uang transport, makan, penginapan, dan uang harian sesuai dengan apa yang diputuskan oleh Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri (baek banget dehhh…) maka backpacker nya pun bukan murni backpackeran a la teman-teman yang memang niat dan nekat untuk melakukan travelling sekehendak hatinya, karena ada rambu-rambu bagi saya dan juga teman-teman lain yang juga kadang bertugas seperti ini, sebutannya boleh lah kita rubah sedikit menjadi “state-packer” (wuiihh keren..) atau “govtraveller” (eduuunn…) atau apalah terserah yang mencerminkan substansi pelaksanaan tugas dan pengistilahannya dengan tepat.. adapun rambu-rambu yang harus selalu dipenuhi kala melakukan hal itu adalah.. :
1. Melaksanakan tugas yang diamanatkan oleh negara/badan/lembaga/kementrian/instansi dengan benar, tepat, dan penuh pertanggungjawaban, apa tugas yang diberikan?? Jikalau anada bingung karena kadang memang kita ditugaskan pada hal yang ukan tugas pokok dan fungsi utama kita, jangan bingung dan malah keluyuran tak jelas, solusinya adalah ambil surat tugas dan baca apa yang tertulis di situ.. biasanya akan tertulis pernyataan :
Badan/Kementrian/Lembaga/Instansi Bla Bla Bla
Menugaskan kepada :
1. XXXX bin XXXXXY
Untuk : melakukan tugas xxxxxx dalam rangka xxxxxx di xxxxxx dari tanggal xx s.d. xx
Selesai lah satu masalah.. maka anada kan mengerti apa yang ditugaskan dan mari kita laksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab..
2. Membawa Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) lembar 2 dan memintakan tanda tangan pejabat yang berwenang sesuai urusan kita di tempat tujuan, beserta memintakan stempel tempat yang terkait sebagai bukti bahwa kita telah sampai di situ dan melaksanakan tugas,, ingat teman jangan sekali-sekali memalsukan tanda tangan dan stempelnya lalu anda malah keluyuran tak jelas karen itu berdosa dan kata bang haji Oma Irama itu “terr llaaa lluuu…..”
3. Kemudian sebagaimana saya singgung di atas, karena perjalanan ini dalam rangka tugas dan dibiayai oleh negara maka tentu negara akan meminta pertanggungjawaban dari kita, nahh lho..
Karena keputusan Menkeu bilang bahwa biaya seperti tiket dan penginapan kita dibayar secara at cost, setelah sampai di tempat kerja kita harus menyerahkan tiket kendaraan beserta pungutan atau pembayaran lain yang terkait kepada bendahara pengeluaran atau sub bag keuangan di tempat kita bekerja, begitu pula dengan biaya penginapan, bill atau faktur dari hotel yang kita inapi itulah yang diberikan ke negara karena secara nyata itulah yang terjadi.. kemudian apabila ternyata ada kelebihan atau kekurangan uang yang kita terima dengan dokumen pertanggungjawaban yang terjadi, yam au gak mau akan terjadi pengembalian atau penambahan atas uang perjalanan dinas tersebut..

Yah kira-kira itulah beberapa hal-hal yang harus dicermati ketika melakukan perjalanan dinas ketika kita bekerja, agak sedikit berbeda dengan para backpacker yang sangat free dan independen ketika melakukan perjalanan, akan tetapi jangan buru-buru merengut dulu teman, walau berbeda dalam beberapa hal, akan tetapi karena esensi dari kegiatan yang dilakukan adalah menempuh perjalanan maka antara backpacker dan perjalanan dinas pun masih mempunyai beberapa kesamaan, berdasarkan pengalaman pribadi saya kesamaan itu antara lain adalah;
1. Biaya perjalanan yang kadang murah, dan kelasnya tidak terlalu tinggi, ya iya lah, kalo orang yang backpacker karena mau nya gak makan biaya mahal ya nyarinya transportasi yang murah, hal seperti ini terjadi juga pada para pegawai yang pangkatnya sedang-sedang saja (contohnya : saya) karena otoritas keuangan di negeri ini mengatur bahwa rate perjalanan adalah kelas ekonomi dan eksekutif, maka ya mau tak mau alat transportasi yang dipakai ya yang itu-itu juga. Hal yang sama juga akan terjadi pada hal penginpana di hotel, wisma, atau losmen,,
2. Adanya kegiatan menggelandang di dalam perjalanan atau di tempat tujuan, tenang kawan, menggelandang di sini bukan yang konotasinya jelek ya,, maksudnya itu adalah “jalan-jalan kemanapun kaki melangkah” wuiihh keren banget kan. Nah, setelah pekerjaan yang ditugaskan selesai sementara waktu pulang ke tempat kerja masih lama maka itu bisa dimanfaatkan dengan berjalan-jalan atau bermain-main ke tempat yang belum pernah dikunjungi atau sangat senang untuk dikunjungi kembali, inilah salah satu unsur kenikmatan dalam travelling..
3. Datangnya pengalaman baru atau pelajaran hidup yang gak akan didapat kalo kita berdiam diri saja, (edaasssss… berat oey..). gimana maksudnya? Begini, tentu dengan pengalaman yang baru di dalam perjalanan atau tempat yang belum pernah dikunjungi akan mendatangkan wawasan baru yang ke depannya akan diharapkan memnuat kita menjadi tambah bijaksana dalam kehidupan dan juga mengurangi stress dalam menghadapi rutinitas pekerjaan yang kadang begitu-begitu saja..

Nah demikianlah beberapa penjelasan mengenai serba-serbi travelling dengan tugas bagi para abdi negara, dan sedikit hubungannya dengan backpacker an yang dilakukan oleh para pemuda yang memang sebenarnya sangat bermanfaat bagi pribadi, perkembangan ekonomi secara makro dan mikro, dan efektifitas serta efisiensi dalam menjalanakan reformasi birokrasi (apa seehhh ..). semoga penjelasan kali ini mecerahkan, dan ingatlah pepatah ini “dunia tak selebar daun talas” serta “bagaikan katak dalam sangkar emas” atau “buku dan google adalah jendela dunia” niscaya anda akan mengerti.. :D

Sabtu, 04 Juni 2011

Romeo + Juliet (Sebuah Gubahan)

Di kota Verona, italia.. tersebutlah seorang pemuda yang tampan, kaya dan terkenal sebagai pemikat wanita yang sedang risau hatinya.. romeo nama pemuda itu, dia adalah seorang anak lelaki kesayangan tuan tanah di kota itu, tuan montague. Romeo, sang pemuda yang rupanya sedang risau karena jatuh cinta kepada seorang wanita yang benar-benar membungakan hatinya,, wanita yang bernama Juliet capulet,, putri seorang pembesar lain kota Verona, tuan capulet, yang sayangnya berseberangan jalan dengan keluarga montague.. suatu sore, Romeo mengadukan kegundahan hatinya kepada Benvolio, sepupu sekaligus sahabatnya..
Romeo : “oh, wahai benvolio sahabatku,, apakah kau tahu bagaimana caranya meredakan gundahnya hatiku..”
Benvolio : “ada apakah wahai sepupuku yang kuhormati,, apakah semua ini dikarenakan putri capulet yang di mata dan hatimu kini menjadi bagaikan seorang bidadari ??”
Romeo: “wahai sepupuku yang baik hati, sungguh betapa tepatnya dugaan mu itu, tidaklah keadaanku ini melainkan karena disebabkan oleh seorang makhluk Tuhan yang jelita itu.. betapa sungguh hebatnya Tuhan yang Esa mengatur semua ini.. wahai saudaraku.. sungguh semenjak tatapan matanya yang indah dan senyumnya yang dalam menusuk jiwa masuk ke dalam hatiku,, aku tidak bisa melupakannya.. oh seandainya kami tidak bertemu pandang di tangga itu..”
Benvolio : “kalau begitu keadaannya wahai romeo, temuilah dia dan katakana apa yang ada di hatimu,, janganlah kau simpan hal itu di dalam hatimu,, sungguh pujangga dan ulama besar Arabia berkata bahwa obat bagi seorang pecinta adalah bersatu dengan orang yang dicintainya..”
Romeo : “begitukah menurutmu wahai saudaraku? Tidakkah hal ini berbahaya bagiku, keluarga kita? Bahkan bagi dia dan keluarganya??”
Benvolio : “memang segala sesuatu ada halangan dan resikonya saudaraku.. apalagi untuk mendapatkan apa yang kau ingin kan dan kau cita-citakan,,”
Romeo: “ohh, sungguh bijaksana kau wahai saudaraku,, doakan lah keselamatan untukku dan kebahagiaan untuk kami semua wahai benvolio, anak saudara ibuku..”
Maka pergilah sang pemuda romeo, menuju kediaman pujaan hatinya, rumah tuan capulet yang ironisnya saat itu menjadi tempat yang paling berbahaya dan mengancam jiwanya sendiri.. sampai di situ, romeo mengendap-endap dan menemukan Juliet sedang memandang keluar jendela..
Juliet : “oh Tuhan ku, apakah salahku sehingga aku engkau takdirkan bertemu dan mengingat seseorang yang bernama romeo montague, yang nama keluarga nya menjadi halangan bagi ku? Wahai Tuhanku apakah pula salah nama yang ada padanya sehingga dia menjadi seakan-akan haram untuk bersama denganku.. ?
Juliet : “ oh, apalah arti sebuah nama ?? bunga mawar tetaplah akan harum walau namanya berganti.. oh seandainya namamu bukan lah namamu… oh Tuhan..”
Romeo, yang telah lama mendengar dan bersembunyi akhirnya melompat dan berkata..
Romeo : “wahai bidadari ku, aku rela membuang namaku untu tetap bersama dengan mu..”
Juliet : “oh tidak, wahai romeo.. kenapa kau ada di sini,, tidak tahukah engkau , jiwa mu dalam ancaman jika berada di dalam sini..”
Romeo : “tidak ada takut dan rugi bagi ku jikalau dapat bertemu dengan mu wahai gadis yang menjadi bunga tidurku,,”
Juliet : “ ohh, seandainya saja kita bisa bersama, apa yang harus aku lakukan,, kesalahan orang-orang tua kita telah menyulitkan kita untuk bersatu..”
Romeo : “ oh, wahai putri pujaan hati.. tidak ada halangan dan keraguan bagi ku untuk selalu mencintaimu,, tidak peduli apakah orang tua kita berbeda dan bermusuhan,, ataukah golongan kita berselisih jalan,, ataukah partai kita berlainan,, aku akan tetap mencintaimu.. bahkan seandainya engkau telah berpartai dan bergolongan tertentu, sementara kau tidak.. kemudian engkau tidak membalas perasaan ku,, maka wahai bidadari,, aku akan tetap mencintaimu dengan perasaan ku yang terdalam..”
Juliet : “ohh wahai tuan yang mencuri hati dan senyumku,, tidaklah jika hal itu terjadi, jika orang-orang tua kita menghalangi hal itu,, bahkan jika partai dan golonganku melarangku untuk berhubungan dengan mu.. maka hati ku ini akan tetap selalu menyimpan namamu wahai romeo..”
Ketika sepasang manusia ini sedang berdialog,, muncul lah para penjaga beserta Tybalt, sepupu Juliet ke kediaman montague yang curiga mendengar dialog di malam hari yang larut..
Penjaga : “wahai tuan putri,, siapakah dia yang berbicara denganmu di malam kelam ini..? wahai tuan yang misterius, sebutkan nama dan kenapa anda ada di sini !! atau kami akan menyeretmu..”
Tybalt : “katakana siapa dirimu wahai orang asing..”
Juliet : “oh wahai romeo, lari lah, cepat, sebelum orang-orang ini menangkap dan menyakiti mu.. sungguh aku akan selalu mengingat dan mendoakan mu..”
Romeo : “wahai pujan hatiku,, aku akan pergi, tapi ingatlah..aku akan tetap mencintaimu meskipun keluarga, kelompok, atau bahkan partai mu membenci dan memusuhi diriku.. selamat tinggal wahai bidadari.. “
Penjaga : “hei jangan lari !! kejar dia… !! “
Tybalt : “ah,, rupanya keluarga montague yang menyusup kemari, sungguh kurang ajar..”
Kemudian berlarilah romeo menuju tempat yang aman, meninggalkan keributan di kediaman capulet.. meninggalkan Juliet yang terpaku di balkon atas kamarnya.. sementara matahari pagi menyingsingkan sinarnya..
(digubah dari karya William Shakespeare berjudul Romeo and Juliet ,disesuaikan dengan pengalaman dan imajinasi Pemilik Blog.)

Sabtu, 26 Maret 2011

Politik di Masa Mudaku

Saya masih ingat betul, dulu.., di waktu saya masih menjadi anak SD, masih duduk di kelas empat, pada umur kira-kira 11 tahun, dan pada tahun antara 1997-1998, saya sudah berperan aktif di dalam duia perpolitikan di Indonesia, padahal umur saya waktu itu belumlah sah secara konstitusional untuk mengemban hak dan kewajiban politik seorang warga negara,. Akan tetapi karena ayah dan ibu saya kedua-duanya ditakdirkan menjadi PNS, sebagai abdi negara yang setia, konsekuensi politik dan sosial yang tidak bijaksana yang secara ketat diberlakukan oleh penguasa republik pada masa itu kepada korps abdi negara, ternyata mengimbas juga pada saya. Dahulu kala, pada masa orde baru masih mencengkeram kuat nusantara ini, hak-hak politik WNI mengalamni keterpasungan yang luarbiasa, kemandegan kreatifitas dan inovasi ideologi dibungkam
oleh tafsiran tunggal rezim penguasa atas Pancasila dan UUD 1945.

Saya masih ingat ketika itu, selepas sekolah, kedua orang tua saya pulang lebih cepat dari biasanya, usut punya usut, ternyata kepulangan lebih cepat itu untuk mengikuti sebuah kegiatan “pesta demokrasi” lima tahunan yang disebut pemilu, dalam hal ini kegiatan yang akan dilakukan adalah kampanye,, dan karena pada umur segitu orang tua saya tidak bisa membiarkan saya sendirian di rumah sementara pembantu rumah sudah pulang, dengan sukses, saya pun diajak mengikuti kampaye tersebut, berbalut kaos kuning, ikat kepala, dan bendera berwarna senada, jadilah kami bertiga (waktu itu kakak saya sedang bersama dengan kakek nenek saya di luar kota) berkaliling jalanan kota, bahkan kadang sampai masuk ke desa-desa, berkampanye menunjukkan dukungan politis bagi partai yang sedang berkuasa.. sebuah partai yang menjadi kendaraan politik bagi bapak pemimpin negara waktu itu, bapak pembangunan republic yang kepemimpinannya telah berlangsung selama lebih dari tiga dasawarsa, ada perasaan yang nah sebenarnya selama lebih dari 30 tahun itu, tapi sepertinya rakyat diam saja terhadap hal ini,, entah karena memang merasa nyaman, ataukah karena ketakutan akan masa silam yang kelam.. entahlah, saya masih terlalu kecil dan lugu waktu itu.
Hari berikutnya, giliran partai politik lainnya yang berkampanye keliling kota. Sebuah partai yang amat identik dengan warna hijau, dan banyak sekali massa berpeci yang menjadi peserta kampanye, rupanya Islam lah yang dikatakan menjadi roh dari pergerakan partai politik satu ini. Hal ini tampak dari berbagai atribut yang dipakai oleh pesertamya, serta lambang agama yang terpasamg pada benderanya, akan tetapi ada hal yang aneh ketika itu, saya ingat betul ketika beberapa orang tertentu yang rupanya didaulat menjadi satgas pada rombongan kampanye, tiba-tiba turun dan berjalan menuju ke tempat di mana bendera-bendera partai politik lainnya dipasang, tanpa tedeng aling-aling, bapak-bapak satgas ini tiba-tiba mencopot dan mematahkan tiang dari bendera-bendera yang tidak bersalah tersebut.. apa yang sebenarnya terjadi? Apakah bapak-bapak itu marah karena warna bendera di pinggir jalan itu tidak sama dengan warna bendera mereka sendiri..?? entahlah. Bukankah islam sendiri mengajarkan bahwa tindakan yang brutal dan kasar seperti itu tidak lah diperbolehkan ??
Kemudian, hari berikutnya lagi, ketika giliran partai yang beratribut merah yang berkampanye, seakan-akan hari itu tidak menjadi hari rakyat untuk berpolitik, sepi.. entah apakah hari tersebut memang diperuntukkan untuk berkampanye ataukah menjadi hari yang netral, hampir-hampir saya berpikiran seperti itu, ketika tiba-tiba, terdengar raungan motor tanda massa kampanye akan datang, tapi anehnya suara yang terdengar amat kecil, tidak seperti hari-hari sebelumnya, ternyata kecilnya suara kampanye itu berbanding lurus dengan jumlah massa yang ada,, Cuma ada sekitar dua puluhan motor saja yang meraung-raung, sedikit massa. Mereka mengacungkan jari mereka yang dibentuk menjadi seperti kepala banteng, sambil tersenyum, saya ikut-ikutan mengacungkan jari yang dibentuk menjadi kepala banteng,, entah apa yang saya pikirkan waktu itu,, saya cuma senyum-senyum saja tanpa mengerti partai apa itu.. apakah partai ini mengalami represi dari pemerintahan waktu itu sehingga massa nya hanya sedikit? Ataukah memang karena rakyat tidak berminat pada ideologi yang diusung oleh partai terkait ?? aku tak tahu..
Kemudian,, beberapa bulan kemudian, ketika saya menginjak remaja, pada awal tahun 1998, berita-berita di televisi menayangkan berita yang buruk, bahwa seantero negeri sedang dilanda chaos, mulai dari aceh yang bergolak di ujung barat, penjarahan yang membabi buta di Jakarta, kerusuhan rasial yang mengerikan di Kalimantan, sampai pada pemberontakan bersenjata di Maluku dan papua.. sepertinya negeri yang kaya ini sedang sakit dan berada di ambang kehancurannya..

zaman kalabendu kalau dalam legenda jawa.. Kemudian datanglah berita mengenai bentrokan antara mahasiswa dengan pihak militer, menyusul kemudian pendudukan besar-besaran oleh mahasiswa atas tempat yang menjadi perlambang kedaulatan rakyat yang diwakilkan sesuai undang-undang negara, gedung DPR di ibukota, kemudian menyusul hari berikutnya, tanggal 21 mei 1998, terjadilah sebuah peristiwa yang mengubah perpolitikan Indonesia secara perlahan-lahan, mundurnya sang bapak presiden republik karena beliau merasa bahwa jika memang rakyat menginginkan perubahan kepemimpinan nasional, maka ia akan memenuhinya..
Sungguh, peristiwa yang berlalu lalang seperti itu di masa kecil saya, tidak sepenuhnya saya mengerti, apalah artinya kampanye mendukung salah satu partai, apabila hal tersebut tidak berasal dari kehendak bebas kita sendiri? Tapi itulah yang terjadi, otoritas yang berkuasa terkadang secara tidak bijaksana memaksakan kehendaknya demi keberlangsungan kekuasaannya, meskipun hal itu membuat rakyat muak dan bosan..
Pepatah mengatakan “bau busuk akhirnya kan tercium juga, walau bagaimanapun engkau menutupinya.” Hal ini dibuktikan dengan kebosanan dan kemuakan rakyat atas kepemimpinan yang tidak ubahnya bagaikan kerajaan ini, generasi muda negeri ini yang tidak lagi ketakutan oleh ingatan kekejaman di masa lalu, mau dengan sadar mengorbankan waktu dan tenaga untuk mencapai sebuah tujuan yang bernama “reformasi”.

Pernah suatu masa dalam sejarah, Machiavelli mengatakan kepada para raja dan penguasa bahwa mereka lebih baik ditakuti daripada dihormati, akan tetapi seperti nya saran sang Begawan pragmatism ini tidak akan berjalan mulus apabila rakyat yang ada pada negara itu adalah rakyat yang berpendidikan dan berwawasan, saran Machiavelli itu niscaya hanya akan terwujud apabila dia memimpin di negara yang tertutup dan terepresi secara ketat, baik jiwa, raga, maupun pengetahuannya..

Rabu, 19 Januari 2011

Belajar Kehidupan dari Tokoh Khayalan

Dalam sejarah perfilman yang pernah saya selami, ada beberapa tokoh yang kadang-kadang begitu terasa menginspirasi saya, kebanyakan tentu adalah tokoh-tokoh protagonist, atau dalam bahasa yang lebih umum diartikan sebagai tokoh baik atau tokoh utama dari sebuah kisah. Lawannya adalah, sebagaimana kita ketahui bersama disebut dengan tokoh antagonis, yang terkadang oleh khalayak ramai diterjemahkan sebagai tokoh jahat, bikin onar, dan musuh bebuyutan sang protagonist.
Namun terkadang sering saya temui baik dalam film fiksi, nonfiksi, atau dokumentasi seorang tokoh yang sejatinya harus berlaku sebagai protagonist mendadak bersikap sebaliknya, atau kalau dalam dunia sastra disebut dengan protagonist anti hero. Demikian pula sebaliknya kadang ada tokoh yang secara naskah di plot sebagai antagonis pembuat masalah, tetapi memiliki sifat-sifat luhur dan baik, hal seperti ini bisa dijumpai dalam kisah baratayudha, spderman, samurai x, atau dalam kisah sejarah kemerdekaan Indonesia.
Terkadang mau tidak mau, saya harus mengakui kalau kelakuan dari tokoh-tokoh dalam cerita tersebut ada yang menginspirasi dan bahkan menjadi guru bagi diri saya sendiri, dalam buku komik samurai x misalnya, ada seorang tokoh antagonis bernama soujiro seta yang merupakan anak buah makoto shishio, musuh bebuyutan dari tokoh utama kenshin himura. Soujiro ini mempunyai pembawaan seperti anak kecil yang selalu tersenyum dan bahagia, amat pandai menyembunyikan emosi, dan sulit diduga kelakuannya, karena itu dia diangkat menjadi tangan kanan sang bos penjahat,. Selain pembawaannya yang tenang dan "welcome" tersebut, ia dilatih sendiri oleh bosnya sehingga menjadi lawan yang sangat menyusahkan kenshin. Usut punya usut, kemudian diceritakan kenapa ia bisa menjadi seperti itu, dulu soujiro kecil adalah anak haram yang ditinggalkan oleh orang tuanya, keluarga paman-pamannya yang merawatnya tidaklah menyayanginya, sebaliknya mereka memperlakukan soujiro seperti budak dengan semena-mena dan kejam. Dipaksa kerja seharian, dikasari, dipukuli, dan disuruh tidur di gudang adalah hal biasa bagi soujiro kecil, lama-kelamaan diperlakukan seperti itu akhirnya soujiro secara alamiah memiliki pertahanannya sendiri.
Ia selalu tersenyum dan tertawa ketika keluarganya memukulinya sampai akhirnya keluarganya pergi karena bosan menghajarnya. Dalam pertempuran terakhirnya melawan kenshin, terungkaplah kenapa dia sangat suka tersenyum, termasuk ketika menghadapi kesedihan dan kegagalan. Dia berkata “ aku yakin senyumku ini akan mengurangi rasa sakit yang kualami..“. Sungguh mengharukan, betapa masa lalu yang kelam tidak menghancurkan dirinya akan tetapi malah membuatnya menjadi seorang yang mampu bertahan. Seperti apa yang dikatakan seorang pujangga bahwa, kita tidak akan bisa menghindari takdir kita yang kadang buruk, akan tetapi kita bisa memilih akan seperti apakah sikap kita dalam menghadapi takdir tersebut..
Tokoh antagonis satu lagi yang masih saya ingat adalah, joker, sang pembuat onar dalam film the dark knight. Penjahat yang sangat lihai dalam menipu dan memprovokasi orang secara halus,, lihatlah ketika dia berhasil menghasut jaksa kota gotham, Harvey deant, yang tadinya seorang pembela keadilan menjadi seorang penjahat yang semena-mena. Entah bagaimana masa lalu orang ini, yang jelas ia dibesarkan pula dalam kondisi yang buruk, broken home, dan selalu dijahati oleh lingkungannya. Kemudian ketika dewasa dia menjadi penjahat dengan motif yang sangat jahat, tujuan utamanya adalah chaosnya dunia, seorang panjahat yang dikatakan “sudah senang apabila dunia ini terbakar dalam kekacauan”
Sedangkan dalam jajaran tokoh fiktif protagonist saya sangat menggemari yoh asakura dan juga monkey d. luffy. Yoh asakura, seorang anak yang berusaha mewujudkan mimpinya menjuarai turnamen para dukun atau shaman, adalah orang yang sangat santai dan easy-going, walau apapun yang terjadi. Kata-kata favoritnya adalah “"No one knows what will happen in the future. There is no sense in worrying in something you do not and cannot control, so why bother?" .
Sedangkan luffy adalah seorang kapten dari kelompok bajak laut topi jerami yang aneh, seenaknya, kekanak-kanakan, akan tetapi sangat setia kawan, dan menyayangi orang-orang sekitarnya. Apapun akan ia lakukan demi melindungi kawan-kawannya. Ada sebuah adegan yang mengharukan, ketika krunya, nico robin, rela ditangkap oleh agen pemerintah demi keselamatan kelompok topi jerami. Luffy dan kawan-kawannya datang melawan otoritas dan kekuasaan dari pemerintahan dunia, sambil berteriak bahwa dia akan melawan seluruh dunia sekalipun demi menyelamatkan nyawa krunya yang diperlakukan sewenang-wenang oleh penguasa,, silahkan cek sendiri, adegannya sangat heroik menurut saya..
Apabila kita memandang dengan ilmu psikologi, kenapa sang pengarang bisa membuat tokoh-tokoh seperti itu, maka mungkin penjelasannya adalah tingkah laku seseorang itu ditimbulkan oleh pandangan individu tersebut terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya, atau dalam bahasa lain, antara individu dengan pengalaman subjektifnya dan konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Penjelasan seperti ini dalam ilmu psikologi disebut sebagai pendekatan fenomenologi. Namun terkadang ada individu-individu yang akhirnya merubah pandangan hidupnya, menyadari bahwa keburukannya itu disebabkan oleh kesalahannya melampiaskan kepedihannya di masa lalu, kemudian berubah menjadi “orang baik” karena menyadari jalan hidup yang ia tempuh dalam hidupnya selama ini adalah salah. Seperti tokoh utama samurai x, kenshin himura yang menyadari kesalahannya menjadi seorang “battoshai” sang pembantai, karena masa lalu yang kelam dan karena kematian istrinya, sehingga sadar dan menjadi seorang penentang kezaliman dan pembela kebenaran. Atau seperti dalam kisah klasik romeo and Juliet yang melegenda, di mana diceritakan akibat percintaan dan kerelaan berkorban romeo montague dan Juliet capulet sampai ke alam baka, akhirnya kedua keluarga besar penguasa kota Verona ini mau berdamai dan mengakhiri perselisihan yang sudah berakar dari nenek moyangnya. Perubahan sikap yang drastis ini diakibatkan dari sebuah peristiwa menyentak yang mengubah paradigma sang tokoh tersebut. Atau ada juga yang memang berkeinginan baik dari awal karena masa lalunya, untuk membela yang lemah, karena ia tidak mau orang lain merasakan kepedihan hidup sebagaimana yang dulu pernah ia alami..
Begitulah terkadang saya belajar dari tokoh-tokoh yang sebenarnya fiktif tersebut, belajar bahwa menghadapi kehidupan ini harus dengan bahagia, bersyukur karena telah diberi umur. Sebagaimana tokoh soujiro seta di atas, bagaimana ia menghadapi nasibnya, trauma dengan masa lalu yang buruk tidak membuatnya hancur. Selalu tersenyum dan tertawa menghadapi kesedihan, kegagalan, dan kematian, karena ia yakin rasa sakit itu akan berkurang dengan merasa selalu bahagia..

Sabtu, 11 Desember 2010

tentang ke"bangsa"an

"Indonesia Tanah Airku
Tanah Tumpah Darahku
Disanalah Aku Berdiri
Jadi Pandu Ibuku
Indonesia Kebangsaanku
Bangsa Dan Tanah Airku
Marilah Kita Berseru
Indonesia Bersatu…… “ dan seterusnya,

Jujur kawan, ketika masih sekolah dulu saya berkali-kali menyanyikan lagu ini, tepatnya ketika upacara bendera di sekolah setiap hari senin, dan saya menyanyikannya dengan biasa-biasa saja, akan tetapi pernah suatu ketika saya menyanyikan lagu ini dengan sungguh-sungguh, bahkan sampai terharu.. yaitu ketika berada di stadion senayan atau sering juga disebut stadion utama gelora bung karno, entah kenapa ketika menyanyikan lagu ini sebelum pertandingan sepak bola berlangsung rasa-rasanya ada yang beda seolah-olah gelora dari presiden bung karno benar-benar menyeruak di tempa itu, sepertinya kita benar-benar sedang membela kehormatan dan kejayaan bangsa sendiri, semangat yang menggebu-gebu dan kebanggan yang dalam akan suatu bangsa yang namanya Indonesia..
Tentu saja sebagai warga negara Indonesia kita harus bangga akan negara kita sendiri, negara yang merentang dari sabang sampai merauke, dari talaud sampai ke pulau roti (kata iklan sebuah mie instan..) dengan bendera nasional berwarna merah putih dan burung garuda sebagai lambing negara, dengan berate-ratus suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah nusantara, oke,, nah, tapi sebenarnya apakah yang dimaksud dengan sebuah “bangsa” itu ?? ini adalah sebuah pertanyaan yang pernah dilontarkan oleh seorang negarawan prancis bernama ernest renan dalam suatu kuliah di universitas Sorbonne tahun 1882. Renan sendiri kemudian menjelaskan dalam makalahnya “qu’est-ce qu’une nation?”bahwa bangsa adalah “jiwa, suatu asas rohani” yang terbentuk dari kepemilikan kolektif atas suatu kenangan dan kehendak kebersamaan di masa kini, renan menolak bahwa bangsa itu terbentuk atas dasar ras, agama, bahasa, dan aspek geografis, meskipun hal-hal ini adalah aspek yang utama, memang dalam menerikan definisi renan berfokus pada aspek ideologis-idealisme.

Lain Ernest Renan, lain pula dengan Benedict Anderson, dalam karyanya “Imagined Communities: Reflections of the origin and spread of the nationalism” ia mendefinisikan bangsa sebagai sutu komunitas politis dan dibayangkan sebagai suatu yang bersifat terbatas secara inheren dan berkedaulatan. Kata-kata “dibayangkan” dimaksudkan bahwa komunitas ini hanya ada dalam benak masyarakat, akan tetapi bayangan ini bersifat kolektif dan diusahakan identik. Suatu bangsa kemudian akan memiliki idealisme bersama yang disebut sebagai nasionalisme.
Lalu kemudian timbul pertanyaan apakah nasionalisme itu ?? seorang ilmuwan lain bernama Ernest Geller menjelaskan bahwa “prinsip yang menganggap bahwa unit politik dan nasional haruslah sebangun-selaras.”
Berbagai definisi di atas menjelaskan kepada kita mengapa kadang pada suatu waktu kita menjadi begitu cintanya pada negara, dan juga bangga atas apapun yang menjadi symbol atau pengejawantahan dari negara tersebut, karena dalam benak kita, kita sedang membela suatu kesatuan yang dibayangkan secara kolektif, dan sifatnya melebihi persaudaraan yang erat melampaui hubungan kekerabatan dan pertalian darah.. dalam hal inilah tim nasional sepak bola mendapatkan ruh nya, sehingga orang akan berbondong-bondong datang dan mendukung perjuangan beberapa orang yang ditahbiskan sebagai “anak-anak bangsa”.
Definisi-definisi di atas begitu kuat mempengaruhi pemikiran dan perasaan saya sampai ketika saya sebagai seorang muslim mempelajari lebih lanjut akan apa yang ada dalam agama saya, yaitu agama islam :

Dulu saya pernah berpikir bahwa aspek-aspek utama yang memebntuk sebuah negara-bangsa adalah kesamaan bahasa, ras, wilayah geografis, dan kebudayaan. Akan tetapi ternyata aspek-aspek tersebut memang tidak berlaku sacara mutlak sebagaimana yang dijelaskan oleh ilmuwan-ilmuwan di atas. Dan seiring dengan berjalannya waktu, sebagai seorang muslim saya akhirnya mengetahui bahwa konsep bangsa-nasinalisme itu sebenarnya tidak mutlak dan tidak terbatas hanya pada apa yang diajarkan di sekolah-sekolah atau meja kuliah. Ada sebuah fatwa ulama local dalam perang revolusi di Indonesia yang menyatakan bahwa jikalau tetangga muslim kita misalnya, diserang oleh aggressor yang semena-mena dan zholim, maka kita harus membantu tetangga kita tersebut, adapun hukumnya bagi tiap-tiap individu tergantung dari besaran jarak individu tersebut dari wilayah konflik, hukumnya menjadi wajib bila jaraknya dekat dengan konflik. Maka, kemudian saya berpikir bahwa fatwa ulama jawa timur zaman revolusi ini pun harusnya diletakkan pula dalam posisi yang sama dalam skala global internasional. Jika negara tetangga kita Malaysia misalnya diserang habis-habisan oleh Thailand misalnya, maka negara-bangsa Indonesia pun sudah seyogyanya untuk memberikan bantuan. Bantuan ini tentu tidak saja didasari atas sentimen-sentimen kebangsaan belaka, namun oleh sentiment keagaaman yang merupaka salah satu dari aspek berkategori ideologis-religius. Sintesis yang kemudian terbentuk di benak saya adalah suatu rumusan yang berbunyi “ di mana ada wilayah yang di situ berdiri masjid serta dikumandangkan adzan, maka di situ lah tanah air seorang muslim, siapa pun dia”. Sintesis ini kemudian meletakkan aspek keagaamaan sebagai salah satu aspek penting pembentuk persaudaraan negara bangsa, melebihi aspek-aspek tradisionla lain seperti ras, bahasa, adat-istiadat, maupun wilayah geografis.
Saya tidak tahu apakah aspek ideologis keagamaan ini diabaikan atau tidak oleh para negarawan perumus di atas, karena dengan adanya kesamaan ideologi agama ini bisa terbentuk suatu komunitas yang hampir ciri-cirinya menyamai sebuah “bangsa” serta yang sifatnya melampau batas-batas wilayah geografis. Oh, sudahlah saya bukan lah orang yang ahli dalam masalah filsafat seperti ini, saya hanya sebatas menyampaikan uneg-uneg yang ada dalam hati saja.. oke tetap dukung timnas Indonesia di mana saja ia berlaga, akan tetapi tetap dalam batas yang wajar karena sebenarnya kita semua ini adalah bersaudara.. ^^v

Selasa, 26 Oktober 2010

lelakon : "petruk dan gareng belajar sistem informasi"

Alkisah, dalam sebuah lelakon yang tidak pernah terjadi dan hanya fiktif belaka.. yaitu di dunia pewayangan, para punakawan sedang berjalan menyusuri sebuah lorong di padephokan “Ngudi Artha”, sebuah padephokan seperti universitas yang didirikan oleh kembar pandawa raden nakula dan sadewa setelah pandawa mendapatkan tahtanya kembali dari bala kurawa atas negeri hastinapura, padhepokan “Ngudi Artha” ini didirikan atas saran sesepuh kerajaan, raden arya widura kepada prabu yudhistira, raja hastina yang baru untuk mendidik generasi muda agar berpendidikan dan bisa kembali membangun kerajaan setelah perang besar baratayudha, kedua punakawan yang mengobrol itu adalah nala gareng (G) dan petruk (P) kebetulan mereka mengambil prodi akuntansi kerajaan...
G : “kakang, kenapa tadi kuliah sistem informasi akuntansi yang kita ikuti itu susah ya? Jadi pusing nih liat gambar flowchart yang jumpalitan kayak tadi”
P: “podo dimas, aku sendiri juga agak bingung mendengarkan penjelasan raden arya widura tentang sistem tadi, sepertinya kita harus lebih giat belajar lagi ya..”
G: “sepertinya kita juga harus lebih giat belajar bersama dengan raden arjuna atau raden yudistira kakang, agar kita gak usah remidi kalo ujian datang.. malu juga kan kita dari putra raden antareja , raden arya danurwinda yang sekecil itu dapat nilai A+ kalo ujian sistem..”
P: “iyo dimas, memang nampaknya kita harus belajar lagi..
Tak berapa lama, karena sambil ngobrol sampailah mereka ke rumah bapak angkat mereka, rumah ki lurah semar bodronoyo (Sb)..
Sb: “ealah le.. le.. anakku sudah pulang dari menuntut ilmu di padephokan, sini-sini.. loh kok wajah kalian kayak kecapekan gitu..? kenapa? Dapat nilai C lagi?”
P: “weladhalah.. bukan bopo, ini kami kelihatan capek karena masih pusing dengan kuliah sistem akuntansi yg diberikan raden arya widura tadi..”
G: “nggih, leres bopo, pelajaran tadi bener bener bikin gareng jadi pusing, pelajaran sistem susah ya ternyata bopo..”
Ketika mereka bercakap-cakap ternyata datanglah rombongan pandawa lima yang terkenal itu ke rumah ki semar,, rupanya mereka ingin mendiskusikan pembangunan proyek “kereto kencono way” sebagai alat transportasi massal warga hastina pura, yang akan diproyekkan bersama raja dwarawati raden kresna sebagai arsitek dan hanoman serta anggodo sebagai mandor para pekerja bangsa kera.. raja hastina yang baru, raden yudhistira (Y), sang sulung yang menguasai ilmu ajian kalimasada (katanya diambil dari kata-kata “kalimat syahadat”) ditemani ksatria gagah setinggi 2 kali badan normal, raden wrekudara (W), tengah pandawa yang kegantengannya menggoda para model majalah mode, raden arjuna (A), serta si kembar yang pandai nakula (N) dan sadewa (S)..
Y: “assalamualaykum ki lurah, apakah kedatangan kami mengganggu kalian, nampaknya saya mendengar kalian sedang membicarakan perekonomian, masalah sistem kalo gak salah saya dengar?”
Sb: “Wa'alaykumsalam... walah, ndak kok prabu, ini Cuma si petruk sama gareng yang gak mudheng pelajaran sistem nya eyang arya widura, mungkin tadi mereka ngantuk dalam kelas..”
W: “pelajaran sistem yo truk, reng.. ? sama dulu aku yo gak mudheng kalo diterangin pama widura, emang angel itu..”
P : “makanya raden yudhistira serta wrekudara, kami berencana belajar bersama raden hari ini,, langsung aja..”
N: “kakang petruk, masalah sistem ditanyakan saja pada dimas sadewa, di dapat A dulu dan sering ditunjuk membuat sistem akuntansi pada PERTAMINA (perusahaan tambang minyak hastina), biarlah kami berdiskusi dengan ki semar terkait proyek “kereto kencono way” ini..
Singkat kata, raden sadewa pun kemudian mengajari dua punakawan tersebut masalah sistem akuntansi..
S: “ jadi kakang-kakang, sistem itu menurut pak mulyadi adalah sekelompok unsur yang berhubungan erat satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu, sebuah sistem memiliki struktur dan proses. Struktur dari sebuah sistem adalah unsur-unsur yang menjadi penyusun dari sistem tersebut, sedangkan prosesnya adalah cara kerja dari setiap unsur tersebut, yang semuanya terintegrasi dan bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditentukan,. Sedang menurut situs Wikipedia sistem ini diartikan sebagai “System (from Latin systēma, in turn from Greek σύστημα systēma, "whole compounded of several parts or members, system", literary "composition") is a set of interacting or interdependent system components forming an integrated whole.”
P: “benar raden , sampai sini kami paham.. kemudian..”
S: “ conto sistem kakang adalah sistem pernafasan misalnya, yang bertujuan untuk menangkap oksigen dari udara guna metabolisme tubuh serta mengeluarkan karbon dioksida yang menjadi sisa dari metabolisme dalam tubuh kita., unsur dari sistem pernafasan ini adalah hidung, tenggorokan dan kawan-kawannya yang bekerja dengan prosesnya masing-masing yang unik. Sedangkan dalam sebuah perusahaan misalnya, pasti ada sistem akuntansi yang berperan dalam kehidupan organisasi tersebut..
G: “nah kata buku yang diimpor dari kerajaan sawojajar ini, sistem akuntansi adalah organisasi formulir , catatan, dan laporan keuangan yang dibutuhkan manajemen guna memudahkan pengelolaan, begitu raden?”
S: “benar kakang gareng, memang begitu definisinya dan unsur dari dari sistem akuntansi terdiri dari beberapa dokumen atau media seperti, formulir, jurnal, buku catatan (besar dan pembantu), serta laporan keuangan. Dalam hal ini unsur-unsur tadi juga merupaka output dari sebuah sistem lain yang lazim disebut dengan prosedur..”
G: “prosedur? Maksudnya pro sama mas Dur ?” (Dursasana maksud gareng, Kurawa nomor dua yang mati di tangan wrekudara)
P: “ ya bukan lah reng, piye sih kamu ini, lagi serius kok malah ngedan..”
S: “ hehehe, bukan lah kakang gareng, prosedur di sini maksudnya adalah urutan kegiatan yang bisa dilakukan oleh lebih dari satu pihak dan dibuat untuk menjamin dan mengendalikan keseragaman dari kejadian yang terjadi secara berulang-ulang. Jadilah dalam sebuah sistem akuntansi itu terbangun keselarasan antara unsur-unsur yang dihasilkan oleh berbagai prosedur guna mencapai tujuannya masing-masing.
P: “kemudian raden, tadi eyang widura menyinggung masalah sistem informasi yang katanya hampir sama, ini maksudnya gimana raden??”
S: “oalah kakang, begini inti perkataan eyang widyra itu adalah sistem akuntansi itu adalah salah satu sistem informasi di antara berbagai sistem informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan, atau kalau dalam buku salah satu software sistem disebutkan kalau sistem informasi itu adalah serangkaian komponen berupa manusia, prosedur, data dan teknologi yang digunakan untuk melakukan sebuah proses yang menghasilkan informasi yg bernilai untuk pengambilan keputusan..”
G: “oalah lha contohnya gimana raden?”
S: “ contohnya adalah dalam organisasi bisnis, laporan omset penjualan disusun sebagai evaluasi dan fondasi pengambilan keputusan untuk langkah ke depan, sistem seperti ini melekat organisasi tersebut..”
P: “ sebenarnya prabu, bagian terpenting dari sebuah sistem itu apa ?”
S: ”kakang, menurut situs luar kerajaan tadi sistem itu memiliki beberapa elemen yaitu, objek, atribut objek, hubungan internal, dan lingkungan, ini secara internal sistem tersebut, sedangkan dalam sistem informasi, maka bagian terpentingnya adalah manusianya, sebagai pencipta gagasannya, yang merancang, kemudian mengaplikasikan serta yang akhirnya mengevaluasi sistem tersebut.. sistem informasi karena sebab tersebut menjadi sebuah social science kakang..”
G: “tadi juga eyang widura mengajarkan bahwa aspek penting lainnya dalam sistem informasi adalah dokumentasi, gimana itu raden?”
S: “ benar kakang, karena dengan dokumentasi lah, kita bisa melihat kembali semua prosedur dan kegiatan yang terjadi sehungga lebih mudah untuk mengambil suatu tindakan dan keputusan,..”
P: “ saya mulai mengerti raden, kemudian terkait dokumentasi itu, apakah bentuknya narasi gambar atau apa saja?”
S: “ dokumentasi kakang, bisa berbentuk narasi, misalnya pada manual yang menjelaskan tentang suatu kegiatan, ada hal penting seperti informasi 5 W 1 H (what, who, why, when, where, & how) sedang dalam bentuk gambar bisa berbentuk diagram atau flowchart (bagan alir) yg merupakan penggambaran tahap-tahap penyelesaian masalah beserta aliran data dengan symbol standar yang mudah dipahami..”
Begitulah petruk dan gareng masih asyik berdiskusi dengan raden sadewa tentang masalah sistem ini, walaupun malam makin jauh,. Sembari menunggu diskusi para pandawa yang lain dengan ki semar terkait proyek yang ditujukan demi kepentingan rakyat banyak tadi.. (sekian)

Sabtu, 19 Juni 2010

Total Football a la Belanda

Rinus michels sang pelatih pernah berkata kepada johann cruyyf dan kawan-kawannya ketika belanda kalah oleh lascar “nationalmanschaft” jerman barat pada final piala dunia 1974 “Jika kalian mati di lapangan hijau, harus dalam keadaan berdiri”, maksud perkataan michels itu adalah jika tim oranye kalah, maka mereka harus kalah dalam keadaan telah bermain indah, begitulah dogma yang diajarkan oleh michels, sang arsitek total voetball belanda yang mengguncang dunia, setelah terlebih dahulu membangunkan liga champions eropa melalui superioritas ajax amsterdamnya...
Mungkin tiap kali even piala dunia atau piala eropa bergulir, istilah total football yang kerap dikaitkan dengan timnas belanda atau belgia selalu didengung-dengungkan, pola permainan yang katanya super ofensif ini disanjung-sanjung sebagai peniup gaung kematian bagi pola sepakbola italia “gembok gerendel” catennacio yang menyedihkan public sepakbola eropa, dan sebenarnya saya pun gak begitu paham dengan apa dan bagaimana sesungguhnya yang disebut dengan total football itu,.. ayah saya tercinta begitu senangnya menceritakan masa-masa di mana saya lahir, ketika belanda akhirnya merengkuh kejayaan di eropa dengan menjadi juara setelah sebelumnya mengalahkan lawan bebuyutan mereka jerman di final dengan skor 2-1, cerita yang paling saya ingat dari ayah dan paman adalah gambaran ketika marco van basten berhasil mencetak gol ajaib dari sudut yang sangat sempit dan hampir mustahil...
Sebenarnya bagaimana konsep dari total football itu,? Situs Wikipedia memberikan keterangan bahwa "Total Football is the label given to an influential tactical theory of association football in which any outfield player can take over the role of any other player in a team (save the goalkeeper). It was pioneered by Dutch football club Ajax from 1969 to 1973, and further used by the Netherlands National Football Team in the 1974 FIFA World Cup.”
Benar, di PD 1974, ketika publik ramai-ramai menjagokan jogo bonito brazil atau catenaccio italia akan menjuarai turnamen, mereka dikejutkan dengan permainan sekelompok anak muda yang meraja lela, johan cruyyf sang legenda yang menjadi komandan lapangan, johan neeskens sang pembobol gawang, piet Keizer yang berjiwa pemimpin, serta kedisiplinan dan kelugasan dari Van hanegem, Johny Rep dan Rud Kroll.
Jerman menang atas belanda di final ketika sang “Kaiser” Franz Beckenbauer yang melihat ancaman besar dari cruyyf kemudian menginstruksikan kepada berti vogts untuk terus mengawalnya selama 90 menit tanpa sekalipun dilepaskan, dengan itu maka Beckenbauer, Uli Hoenes, dan Wolfgang Overath pun bisa menguasai lapangan tengah dengan lebih bebas..
Lalu bagaimana itu gambaran pola totaalvoetbaal ?? para pakar sepakbola menjelaskan bahwa di antara konsep dasar total football ala belanda adalah, mobilitas pemain yang amat tinggi, kemampuan pemain utuk bermain sama bagusnya di setiap posisi (rotasional, pemain yang meninggalkan posisinya, akan segera digantikan pemain lainnya dengan sama baiknya), stamina yang super selama 90 menit , selalu mengalirkan bola ke gawang lawan, kekompakan (jika menyerang semua akan maju & bila diserang semua ikut bertahan) serta kedisiplinan.. filosofi permainan ini adalah penyerangan yang bertumpu pada pressing ketat, tempo yang cepat dan sistem organisasi tim yang kompak, begitu yang dijelaskan oleh para pakar sepakbola, diantara semboyan mereka yang terkenal adalah “Jangan pernah melumpuhkan lawan dengan pedang jika kamu dapat menggilasnya dengan tank” dan “Menyerang (ofensif) adalah pertahanan yang paling baik.”
Hal lain yang tak kalah penting dalam pola ini katanya adalah adanya (pemain) poros yang bisa mengatur serangan dan pertahanan sama baiknya, dengan kata lain ada seorang pemain multitalent yang berkapasitas untuk hal tersebut, belanda memilkinya di PD 1974 dengan cruyyf dan dengan gullit di eropa 1988,.. bahkan kejeniusan cruyyf diterangkan oleh salah seorang koleganya di ajax, Barry Hulshoff “We discussed space the whole time. Johan Cruyff always talked about where people should run and where they should stand, and when they should not move”.
Bagaimana bisa pola permainan yang mengejutkan dunia dan eropa ini bisa dicetuskan oleh orang belanda? Negeri yang wilayahnya bahkan tidak lebih luas dari jawa timur itu?? Bahkan orang belanda sendiri pun kadang juga akan bingung bila ditanya hal seperti itu,, justru yang bisa menerangkan asal usul dan bagaimana lahirnya adalah seorang warga Manchester yang bernama david winner, dalam bukunya “brilliant orange: the neurotic genius of dutch football”, winner menjelaskan kaitan antara lahirnya pola ini dengan keadaan alam dan psikologis orang belanda, dia menyatakan bahwa orang belanda yang hidup di negara yang 50% wilayahnya berada di permukaan laut adalah bangsa yang tergila-gila dengan pemanfaatan ruangan atau disebut dengan istilah spatial neurotic, negeri belanda adalah negara yang wilayahnya kecil akan tetapi dikatakan memiliki tata kota dan ruang yang paling rapi dan efisien di seantero eropa, sudut-sudut kota kadang terlihat tidak lazim dan bangunan-bangunannya memiliki arsitektur serta lekuk-lekuk yang unik, yang menciptakan kesan luas dan longgar, bahkan Kanal, selokan air, dan bendungan teratur rapi membelah setiap jengkal tanah yang mereka punya.
. Adalah kreatifitas orang belanda yang berusaha menjadikan ruang terbatas menjadi seluas mungkin baik secara nyata ataupun hanya secara khayali, mereka berusaha semaksimal mungkin mengefektifkan ruang atau tanah yang ada untuk bertahan hidup, sampai-sampai muncullah aliran dalam ilmu arsitektur dan filsafat belanda yang disebut dengan total, yang memahami pola hidup urban perkotaan secara menyeluruh dalam semua aspek: urbanisasi, lingkungan, polusi, dan energi dalam satu totalitas. Serta agar kesediaan ruang yang ada di Belanda bisa termanfaatkan secara maksimal. Begitulah bangsa belanda memang bangsa yang secara psikologis menganut kelonggaran dalam berbagai hal dan tidak suka akan keterkungkungan dalam kehidupan, filosofi hidup yang kemudian merambah ke dalam setiap aspek kehidupan mereka dari agama, politik, etika, norma sosial, kesenian, dan bahkan olahraga, terutama sepak bola… sehingga kita lihat ketika para pemain de oranje turun ke lapangan untuk bertanding, maka mereka akan berusaha membuat lapangan menjadi seluas mungkin dengan berlarian menyebar ke sana kemari akan tetapi tetap kompak secara organisasional, sebaliknya ketika lawan yang memegang bola, maka mereka akan menyempitkan ruang dengan mengurung lawan ekstra ketat agar dapat segera merebut kembali kendali permainan.. yah sebuah sistem permainan yang melegenda telah dilahirkan sejak lama dan menunggu tim yang berani mengambil resiko untuk menerapkannya..