Tampilkan postingan dengan label akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akuntansi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Desember 2012

Sebuah Analogi tentang Proses Audit

Lama berkecimpung di suatu bidang pekerjaan akan membuat anda terbiasa, akan tetapi belum tentu membuat anda menjadi yang terbaik di bidang itu, yahh hal itu biasa akan terjadi apabila seseorang melakukan sesuatu secara periodik dan berkelanjutan, apakah karena alasan hobi,tugas, atau karena sekdar iseng belaka. hal ini disadari betul oleh penulis, dalam bidang pekerjaan pengauditan misalnya, meskipun telah beberapa kali ditugaskan melakukan audit, akan tetapi tidak menjamin pelaksanaan tugas yang selanjutnya menjadi lebih benar dan bermakna, lebih cepat mungkin iya, karena dari waktu ke waktu pasti memori mengenai step by step pelaksaan pekerjaan telah diketahui, akan tetapi terkadang esensi dan substansi dari pekerjaan tersebut belum benar-benar dimengerti, sehingga walaupun akhirnya pekerjaan tersebut selesai juga, di dalam otak masih terdapat berbagai pertanyaan yang seharusnya sudah hilang tatkala pekerjaan selesai. okelah, alhamdulillah atas berkah Allah subhanahu wa taala, yang kemudian menakdirkan adanya program pendalaman dan penglanjutan kuliah akhirnya penulis mendapatkan sebuah kesempatan berharga lagi untuk memperbaiki kapabilitas dan berbagai skill yang harus dikuasai oleh seorang pemeriksa dengan baik.
salah satu hal yang akhirnya dapat penulis pelajari lagi di umur dewasa setelah dahulu kebanyakan tidak berkonsentrasi di waktu remaja adalah bidang pengauditan, entah bagaimana implementasi pengauditan di dunia kerja, waktu itu penulis kadang berpikiran seperti itu, nah secara ilmiah Wikipedia mengatakan bahwa yang dimaksud dengan audit adalah “an evaluation of a person, organization, system, process, enterprise, project or product. The term most commonly refers to audits in accounting, but similar concepts also exist in project management, quality management, water management, and energy conservation.” oke, mari kita batasi term audit di sini di bidang akuntansi sehingga didapatkan pengertian yang lebih spesifik lagi yaitu “Financial audits are performed to ascertain the validity and reliability of information, as well as to provide an assessment of a system's internal control. The goal of an audit is to express an opinion of the person / organization / system (etc.) in question, under evaluation based on work done on a test basis” Pengertian di atas adalah pengertian secara umum, ilmiah, dan akrab di telinga para akuntan dan auditor kelas teri sampai kelas dewa, tapi bagaimana memberikan pemahaman mengenai auditing terhadap seorang newbie accounting freak atau bahkan masyarakat awam pada umumnya?? well, seorang yang ahli di bidangnya tentu memiliki cara yang mudah untuk menerangkan sesuatu yang sulit kepada seorang newbie dengan cara yang mudah, begitu gambaran yang ideal, so bagaimanakah pemberian pengertian yang mudah tersebut? salah satu caranya adalah dengan menggunakan analogi secara umum atau familiar kepada objek pembelajar. salah satu dosen penulis yang budiman pada suatu masa perkuliahan memberikan sebuah analogi tentang proses auditing dengan contoh yang amat sangat gamblang dan mudah diingat. objek analogi tersebut adalah wanita, dicontohkan bahwa ada beberapa orang lelaki yang sedang dalam proses mencari istri yang terbaik untuk dirinya, dan diketahui juga ada seorang wanita berinisial W yang sedang dalam proses yang sama, berdasarkan perkenalan dan pengumpulan data tentang W diketahui bahwa W memiliki karakteristik; cantik, sholihah, kelas ekonomi menengah, berpendidikan S1, tetapi sekaligus juga pemarah, tidak pandai memasak, dan sering mendengkur dalam tidurnya.
maka evaluasi pun dilakukan oleh tiga orang lelaki (LA, LB, dan LC) di sini, LA menilai bahwa W adalah W yang ideal untuk dijadikan istri, hanya saja dia menganggap sifat pemarah W adalah salah satu poin yang tidak bisa diterima dengan mudah, mengingat LA memiliki sifat kalem, rendah hati, dan supel maka LA menganggap sifat pemarah W adalah sesuatu yang fatal sehingga LA batal meminang W. Lelaki yang kedua LB tidak begitu mempermasalahkan sifat pemarah dan tidak pandai memasak W, hal ini dikarenakan W sendiri juga kadang tidak bisa mengontrol emosi dan berniat bersama-sama memperbaiki keadaan mental bersama W apabila mereka berumahtangga, dan karena LB cukup kaya, masalah masak-memasak bisa diserahkan kepada pembantu, however, LB tidak meneruskan lamaran karena W diketahui suka mendengkur, LB kurang suka terhadap hal ini, walaupun sebenarnya LB menganggap hal itu tidak terlalu bermasalah,. kemudian lelaki yang ketiga LC, adalah seorang yang berbadan tegap, pemberani akan tetapi lembut hatinya, baginya tidak masalah sifat pemarah W karena dia merasa akan dapat mengantisipasinya di masa berumah tangga, begitu juga dengan kurangnya keahlian memasak, dan mendengkur W, yang dalam pikiran LC akan dapat ditolerir dan hilang apabila saling mengerti dan mengkondisikan. akhirnya Lc pun menikahi si W. Analogi tersebut kemudian dibawa ke ranah keilmuan, di bidang audit akuntansi sebagaimana disinggung di depan. bapak dosen mengatakan apabila ketiga lelaki diandaikan sebagai auditor public dan si W sebagai entitas bisnis auditan, dapat disimpulkan bahwa masing-masing KAP akan memberikan opini atas laporan atau proses bisnis entitas W secara berbeda-beda. KAP LA akan memeberikan opini Tidak Wajar terhadap W karena menganggap ada sesuatu yang janggal dan besar secara materialitas dalam apa yang dilaporkan si W, kemudian KAP LB dapat beropini Wajar dengan Pengeculian karena menganggap apa yang dilaporkan W memiliki beberapa pengecualian/masalah yang menurut KAP LB tidak cukup signifikan sehingga tidak merubah penilaian atas W secara keseluruhan, kemudian KAP LC akan berpendapat semua yang dilaporkan oleh W sudah wajar dan tidak ada masalah yang material sehingga KAP LC beropini atas W dengan opini Wajar tanpa Pengecualian.
Analogi yang diberikan oleh bapak dosen tersebut memudahkan para pembelajar memahami proses audit dan pemberian opini dengan mudah, hanya saja TERDAPAT KELEMAHAN dan BISA MENGAKIBATKAN SALAH PEMAHAMAN atas proses audit di dunia nyata. di dunia nyata pemeriksaan atau audit, para auditor memakai berbagai pedoman atau standar akuntansi seperti PSAK, PSAP, dan peraturan lainnya dalam mengaudit dan beropini atas entitas, apabila analogi di atas dipakai maka seakan-akan proses audit dipahami sebagai sebuah proses yang tidak similar atau berbeda-beda tergantung pertimbangan masing-masing tim auditor, padahal idealnya semua auditor memakai pedoman dan prosedur yang sama tatkala mengaudit sebuah entitas. memang TERDAPAT PENGECUALIAN misalnya ketika terjadi sebuah masalah yang dilaporkan oleh entitas yang tidak atau belum diatur dalam berbagai pedoman akuntansi sehingga para auditor harus memakai penilaiannya secara subjektif atau biasa disebut dengan professional judgment , akan tetapi judgment auditor pun seharusnya didasarkan pada kerangka konseptual atau prinsip-prinsip akuntansi mendasar yang sama sehingga judgment yang dihasilkan seharusnya tidak terlalu berbeda jauh. PERBEDAAN JUDGMENT memang bisa saja terjadi di antara auditor, dikarenakan perbedaan masa tugas dan pengalaman yang akhirnya memberikan cara kerja, judgment, tanggapan, dan perlakuan yang berbeda dalam menyikapi suatu masalah yang sama yang terjadi pada sebuah entitasauditan. yahhh, seperti itulah sebuah analogi yang diharapkan dapat membantu para newbie dan masyarakat umum memahami proses audit di awal-awal tingkat pembelajaran, hanya saja analogi tersebut tetap saja harus disesuaikan dengan berbagai pemahaman standar dan rumus dasar dalam akuntansi dan auditing. selanjutnya apakah hasil audit atau opini yang baik selalu menjamin tidak adanya penyimpangan, fraud, atau, cooruption dalam sebuah entitas, ?? well hal ini akan dijawab dan dijelaskan pada kesempatan yang lain, karena sudah merupakan materi auditing tingkat menengah,, see yaa in next journal all dear newbie and expertian !!! :D and dont forget to follow @duistjayk

Selasa, 26 Oktober 2010

lelakon : "petruk dan gareng belajar sistem informasi"

Alkisah, dalam sebuah lelakon yang tidak pernah terjadi dan hanya fiktif belaka.. yaitu di dunia pewayangan, para punakawan sedang berjalan menyusuri sebuah lorong di padephokan “Ngudi Artha”, sebuah padephokan seperti universitas yang didirikan oleh kembar pandawa raden nakula dan sadewa setelah pandawa mendapatkan tahtanya kembali dari bala kurawa atas negeri hastinapura, padhepokan “Ngudi Artha” ini didirikan atas saran sesepuh kerajaan, raden arya widura kepada prabu yudhistira, raja hastina yang baru untuk mendidik generasi muda agar berpendidikan dan bisa kembali membangun kerajaan setelah perang besar baratayudha, kedua punakawan yang mengobrol itu adalah nala gareng (G) dan petruk (P) kebetulan mereka mengambil prodi akuntansi kerajaan...
G : “kakang, kenapa tadi kuliah sistem informasi akuntansi yang kita ikuti itu susah ya? Jadi pusing nih liat gambar flowchart yang jumpalitan kayak tadi”
P: “podo dimas, aku sendiri juga agak bingung mendengarkan penjelasan raden arya widura tentang sistem tadi, sepertinya kita harus lebih giat belajar lagi ya..”
G: “sepertinya kita juga harus lebih giat belajar bersama dengan raden arjuna atau raden yudistira kakang, agar kita gak usah remidi kalo ujian datang.. malu juga kan kita dari putra raden antareja , raden arya danurwinda yang sekecil itu dapat nilai A+ kalo ujian sistem..”
P: “iyo dimas, memang nampaknya kita harus belajar lagi..
Tak berapa lama, karena sambil ngobrol sampailah mereka ke rumah bapak angkat mereka, rumah ki lurah semar bodronoyo (Sb)..
Sb: “ealah le.. le.. anakku sudah pulang dari menuntut ilmu di padephokan, sini-sini.. loh kok wajah kalian kayak kecapekan gitu..? kenapa? Dapat nilai C lagi?”
P: “weladhalah.. bukan bopo, ini kami kelihatan capek karena masih pusing dengan kuliah sistem akuntansi yg diberikan raden arya widura tadi..”
G: “nggih, leres bopo, pelajaran tadi bener bener bikin gareng jadi pusing, pelajaran sistem susah ya ternyata bopo..”
Ketika mereka bercakap-cakap ternyata datanglah rombongan pandawa lima yang terkenal itu ke rumah ki semar,, rupanya mereka ingin mendiskusikan pembangunan proyek “kereto kencono way” sebagai alat transportasi massal warga hastina pura, yang akan diproyekkan bersama raja dwarawati raden kresna sebagai arsitek dan hanoman serta anggodo sebagai mandor para pekerja bangsa kera.. raja hastina yang baru, raden yudhistira (Y), sang sulung yang menguasai ilmu ajian kalimasada (katanya diambil dari kata-kata “kalimat syahadat”) ditemani ksatria gagah setinggi 2 kali badan normal, raden wrekudara (W), tengah pandawa yang kegantengannya menggoda para model majalah mode, raden arjuna (A), serta si kembar yang pandai nakula (N) dan sadewa (S)..
Y: “assalamualaykum ki lurah, apakah kedatangan kami mengganggu kalian, nampaknya saya mendengar kalian sedang membicarakan perekonomian, masalah sistem kalo gak salah saya dengar?”
Sb: “Wa'alaykumsalam... walah, ndak kok prabu, ini Cuma si petruk sama gareng yang gak mudheng pelajaran sistem nya eyang arya widura, mungkin tadi mereka ngantuk dalam kelas..”
W: “pelajaran sistem yo truk, reng.. ? sama dulu aku yo gak mudheng kalo diterangin pama widura, emang angel itu..”
P : “makanya raden yudhistira serta wrekudara, kami berencana belajar bersama raden hari ini,, langsung aja..”
N: “kakang petruk, masalah sistem ditanyakan saja pada dimas sadewa, di dapat A dulu dan sering ditunjuk membuat sistem akuntansi pada PERTAMINA (perusahaan tambang minyak hastina), biarlah kami berdiskusi dengan ki semar terkait proyek “kereto kencono way” ini..
Singkat kata, raden sadewa pun kemudian mengajari dua punakawan tersebut masalah sistem akuntansi..
S: “ jadi kakang-kakang, sistem itu menurut pak mulyadi adalah sekelompok unsur yang berhubungan erat satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu, sebuah sistem memiliki struktur dan proses. Struktur dari sebuah sistem adalah unsur-unsur yang menjadi penyusun dari sistem tersebut, sedangkan prosesnya adalah cara kerja dari setiap unsur tersebut, yang semuanya terintegrasi dan bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditentukan,. Sedang menurut situs Wikipedia sistem ini diartikan sebagai “System (from Latin systēma, in turn from Greek σύστημα systēma, "whole compounded of several parts or members, system", literary "composition") is a set of interacting or interdependent system components forming an integrated whole.”
P: “benar raden , sampai sini kami paham.. kemudian..”
S: “ conto sistem kakang adalah sistem pernafasan misalnya, yang bertujuan untuk menangkap oksigen dari udara guna metabolisme tubuh serta mengeluarkan karbon dioksida yang menjadi sisa dari metabolisme dalam tubuh kita., unsur dari sistem pernafasan ini adalah hidung, tenggorokan dan kawan-kawannya yang bekerja dengan prosesnya masing-masing yang unik. Sedangkan dalam sebuah perusahaan misalnya, pasti ada sistem akuntansi yang berperan dalam kehidupan organisasi tersebut..
G: “nah kata buku yang diimpor dari kerajaan sawojajar ini, sistem akuntansi adalah organisasi formulir , catatan, dan laporan keuangan yang dibutuhkan manajemen guna memudahkan pengelolaan, begitu raden?”
S: “benar kakang gareng, memang begitu definisinya dan unsur dari dari sistem akuntansi terdiri dari beberapa dokumen atau media seperti, formulir, jurnal, buku catatan (besar dan pembantu), serta laporan keuangan. Dalam hal ini unsur-unsur tadi juga merupaka output dari sebuah sistem lain yang lazim disebut dengan prosedur..”
G: “prosedur? Maksudnya pro sama mas Dur ?” (Dursasana maksud gareng, Kurawa nomor dua yang mati di tangan wrekudara)
P: “ ya bukan lah reng, piye sih kamu ini, lagi serius kok malah ngedan..”
S: “ hehehe, bukan lah kakang gareng, prosedur di sini maksudnya adalah urutan kegiatan yang bisa dilakukan oleh lebih dari satu pihak dan dibuat untuk menjamin dan mengendalikan keseragaman dari kejadian yang terjadi secara berulang-ulang. Jadilah dalam sebuah sistem akuntansi itu terbangun keselarasan antara unsur-unsur yang dihasilkan oleh berbagai prosedur guna mencapai tujuannya masing-masing.
P: “kemudian raden, tadi eyang widura menyinggung masalah sistem informasi yang katanya hampir sama, ini maksudnya gimana raden??”
S: “oalah kakang, begini inti perkataan eyang widyra itu adalah sistem akuntansi itu adalah salah satu sistem informasi di antara berbagai sistem informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan, atau kalau dalam buku salah satu software sistem disebutkan kalau sistem informasi itu adalah serangkaian komponen berupa manusia, prosedur, data dan teknologi yang digunakan untuk melakukan sebuah proses yang menghasilkan informasi yg bernilai untuk pengambilan keputusan..”
G: “oalah lha contohnya gimana raden?”
S: “ contohnya adalah dalam organisasi bisnis, laporan omset penjualan disusun sebagai evaluasi dan fondasi pengambilan keputusan untuk langkah ke depan, sistem seperti ini melekat organisasi tersebut..”
P: “ sebenarnya prabu, bagian terpenting dari sebuah sistem itu apa ?”
S: ”kakang, menurut situs luar kerajaan tadi sistem itu memiliki beberapa elemen yaitu, objek, atribut objek, hubungan internal, dan lingkungan, ini secara internal sistem tersebut, sedangkan dalam sistem informasi, maka bagian terpentingnya adalah manusianya, sebagai pencipta gagasannya, yang merancang, kemudian mengaplikasikan serta yang akhirnya mengevaluasi sistem tersebut.. sistem informasi karena sebab tersebut menjadi sebuah social science kakang..”
G: “tadi juga eyang widura mengajarkan bahwa aspek penting lainnya dalam sistem informasi adalah dokumentasi, gimana itu raden?”
S: “ benar kakang, karena dengan dokumentasi lah, kita bisa melihat kembali semua prosedur dan kegiatan yang terjadi sehungga lebih mudah untuk mengambil suatu tindakan dan keputusan,..”
P: “ saya mulai mengerti raden, kemudian terkait dokumentasi itu, apakah bentuknya narasi gambar atau apa saja?”
S: “ dokumentasi kakang, bisa berbentuk narasi, misalnya pada manual yang menjelaskan tentang suatu kegiatan, ada hal penting seperti informasi 5 W 1 H (what, who, why, when, where, & how) sedang dalam bentuk gambar bisa berbentuk diagram atau flowchart (bagan alir) yg merupakan penggambaran tahap-tahap penyelesaian masalah beserta aliran data dengan symbol standar yang mudah dipahami..”
Begitulah petruk dan gareng masih asyik berdiskusi dengan raden sadewa tentang masalah sistem ini, walaupun malam makin jauh,. Sembari menunggu diskusi para pandawa yang lain dengan ki semar terkait proyek yang ditujukan demi kepentingan rakyat banyak tadi.. (sekian)

Jumat, 04 Juni 2010

belajar akuntansi bersama pemula... (konsep dan siklus)

Berikut adalah dialog fiktif seorang (maha)siswa jurusan akuntansi , sebut saja M, dengan gurunya yang nyleneh dan aneh,,, kita sebut saja,. pak guru PG.. (gak kreatif banget namanya,,) menjelang ujian pengantar akuntansi satu..
M : pak guru, apa itu pengertian akuntansi…??
PG: begini nak, karena kamu adalah murid akuntansi kamu harus paham bahwa akuntansi adalah suatu kegiatan yg dirancang untuk memberikan informasi yang bersifat kuantitatif yang berguna bagi suatu entitas ekonomi untuk kemudian dipakai mengambil keputusan-keputusan yang tepat terkait dengan permasalahan keuangan..
M : oh, kok panjang amir definisinya… apa lagi yang harus saya ketahui dong pak biar mahir, biar kayak bapak (menjilat..)… hehehehe..
PG : begini nak… mari kita mulai dari awal, terutama tentang beberapa konsep dalam akuntansi dan siklusnya..
M: ohh.. apa aja konsepnya pak guru??? (sambil mupeng..)
PG: sabar nak,, dalam ilmu ini ada beberapa konsep mendasar yang harus kita mengerti dan kita sepakati bersama, seperti; accounting entity, going concern, independent transaction, monetary unit, accounting period, dan yang terakhir accrual based accounting…
M: opo iku pak guru… yang bahasa Indonesia aja lah, buku cetak yang bahasa English, cukup untuk gaya-gayaan aja lah… hehehehehe
PG: oalah le.. le podo wae,,, okelah, mari mulai satu per satu..
• Accounting entity, artinya adalah entitas akuntansi.. iya lahhh, gampangnya kita menganggap bahwa suatu unit, baik itu perusahaan atau apapun sebagai suatu unit yang berdiri sendiri..!?!?
• Going concern, di sini kita (dan pemilik usaha tentunya) beranggapan (dan berharap) bahwa suatu perusahaan akan hidup terus-menerus.. taahaaaaan lamaaa..
• Independent transaction, berarti kita tahu dan benar-benar yakin kalau transaksi yang terjadi adalah antara pihak-pihak yang berdiri sendiri secara mandiri..
• Monetary unit, tentu saja kita menganggap bahwa transaksi dilakukan dengan menggunakan suatu mata uang tertentu.. rupiah misalnya nak, sesuai uang saku mu,, yang dirapel itu..
• Accounting period, mari kita beranggapan bahwa umur perusahaan yang agak panjang tersebut bisa dibagi-bagi menjadi beberapa periode , tahunan misalnya,,
• accrual based accounting, adalah suatu basis pada akuntansi yang mana kita mengakui pendapatan atau beban apabila sudah terjadi harus kita catat walaupun kita belum mendapat atau mengeluarkan kas sama sekali… basis akrual berseberangan dengan basis kas..

M: ohh.. banyak juga ya pak.. konsepnya,, tapi saya kan anak SeTAN (Sekolah mengerTi AkuNtansi), gampanglah dihapal itu…
PG: ojo dihapal le.. tapi dipahami, kalo dihapal doang, gak tahan lama…
M: iya ya pak guru, lanjut lah, keburu UTS nih saya… (maklum mahasiswa SeTAn belajarnya metode SKS, sistem kebut semalam..)
PG: oh okelah.. sabar nakk…, sekarang mari kita beranjak menuju sesuatu yang dinamakan siklus akuntansi..
M : nah ini dia pak, siklus ini yang saya cari-cari ,, emang apaan pak, siklus itu?? (gubrakk..)
PG : siklus nak,, adalah suatu kegiatan bersifat memutar dan terdiri dari beberapa tahapan/langkah yang berulang..
M : sebutkan dong pak… urutin ya…
PG: ini dia nak… urutannya dari 1 sampe 10.. catat dan dengarkan,, eh,jangan .. dengarkan lalu fotokopi aja… (pak guru membacakan buku tua dari perpus kampus..)

1. Menganalisa transaksi keuangan atau kejadian ekonomi yang terjadi dengan logis dan hati yang bersihh… hehehehe..
2. Menjurnal.. biasanya para juru jurnal (opo kui??) melakukan penjurnalan dengan metode dua ayat yang berpasangan, yang satu di debet yang satu di kreditt…
3. Memposting,, bukan.. bukan mengirim ayat jurnal lewat pos,, tetapi memindahkan total nominal dr suatu ayat jurnal ke buku besar (buku besar tidak perlu sebesar buku gambar A4, cukup apabila kita dapat mengumpulkan rekening atau perkiraan2 di situ...)
4. Membuat neraca saldo,, setelah semua akun rekening ternilai totalnya tiap-tiapnya, maka kita susun suatu laporan keuangan yang pertama dan mendasar (ceileee..) yang bernama neraca saldo..
5. Membuat penyesuaian akhir periode,, seringkali setelah periode akuntansi berakhir, terdapat kejadian ekonomi yang terjadi setelahnya yang belum kita catat, seperti pendapatan yg sudah bisa diakui, atau beban yang sebenarnya sudah terjadi,, terutama krn kita memakai metode akrual basis, maka apakah yg harus kita lakukan,,?? Jangan panic dan jangan bingung nak,, kita buat ayat-ayat jurnal yang bernama dan berjenis (kelamin) penyesuaian… bernama ayat jurnal penyesuaian… (ngemeng panjang lebar gak penting..)

M : wahh,, lanjut pak.. pebe nih..
PG : apaan pebe?
M : penasaran banget,, hahaha
PG : gak penting banget cah iki..,, nih lanjut..

6. Menyusun kembali neraca saldo setelah penyesuaian.. ya iya lah, ayat jurnal penyesuaian tadi kan mau tak mau harus kita masukkan ke neraca, agar tidak menyesatkan pembaca..
7. Menyusun laporan keuangan,, dengan berbekal neraca saldo setelah penyesuaian kita buat tiga bersaudara laporan keuangan yang lainnya, LK yang bungsu bernama laporan laba rugi, yang kedua bernama laporan perubahan modal, dan yang paling kecil adalah LK Neraca,, eh sebentar sodara,, ternyata masih ada laporan keuangan “anak keempat” yang bernama laporan arus kas,, maklum soalnya laporan keuangan satu ini kadang dibuat dan kadang tidak…
8. Menutup akun temporer dengan membuat jurnal penutup,, opo meneh iki… baiklah, ada dua jenis akun, yaitu akun yang “berkuasa” dalam arti bersifat tetap dari masa ke masa, semisal kas, bangunan, atau piutang.. dan akun tidak tetap yang bersifat temporer dan masa hidupnya hanya sepanjang periode akuntansi yang kita pakai, seperti pendapatan dan beban, merekalah yang akan ditutup untuk kemudian jumlah dan pengaruhnya mengambil efek pada akun yang tetap tadi… (%#%$&^%%#$#^&*(….. error394)
9. Membuat neraca saldo setelah penutupan ,, yah, kita perlakukan ayat jurnal penutup tadi sama seperti ayat jurnal penyesuaian, dengan memasukkan efek-efeknya ke neraca saldo agar tidak terjadi kecemburuan… ??!?!?
10. Menganalisa laporan keuangan,, naha untuk tahap terakhir inilah kita bersusah payah, melakukan langkah 1 s.d. 9.. laporan keuangan pun akan dilihat oleh para juragan pengambil keputusan atau oleh para auditor pencari kesalahan di sini…
M : oke lah pak guru, jangan kebanyakan, ntar saya mabukkk… saya harus cepet-cepet fotokopi biar gak ngantri… (maklum menjelang ujian, fotokopian di sekitar “kampus kambing” tempat si M belajar pasti penuh,, sepenuh mesjid, di masa-masa ujian… hehehe)
PG: okelah nak, hati-hati, besok kita belajar lagi ya… urusan principle kayak gini mah di tinggal tidur aja…
(BERSAMBUNG..)